Senin, 20 Juni 2016

Tugas Pengetahuan Linkungan ke-4




TUGAS KE 4
PENGETAHUAN LINGKUNGAN






Disusun Oleh:
     Kelompok                          : II (Dua)
               Nama / NPM                     : 1. Dinar Ramadhan              / 32413545
                                                           2. Friska Magdalena            / 33413589
                                                           3. Muhamad Febriyan R.     / 35413722
                                                           4. Mustofa Ahmad M.         / 36413218
                                                           5. Rona Maulana                  / 38413072
              Kelas                                  :  3ID10
             
                                                                            




JURUSAN TEKNIK INDUSTRI
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS GUNADARMA
BEKASI
2016

 






PERTAMBANGAN
A.       MASALAH LINGKUNGAN DALAM PEMBANGUNAN PERTAMBANGAN / ENERGI
Menurut jenis yang dihasilkan di indonesia terdapat antara lain pertambangan minyak dan gas bumi; logam-logam mineral seperti timah putih, emas,nikel,tembaga, mangan, air raksa,besi,belerang dan lain-kainnya. ;bahan organik seperti batu bara; batu-batu berharga seperti intan, dan lain-lain.
Pengenbangan dan pemanfaatan energi perlu secara bijaksana baik itu untuk keperluan ekspor maupun untuk penggunaan dalam negeri serta kemampuan penyediaan energi secara strategis dalam jangka panjang. Sebab minyak minyak bumi sumber utama pemakaiaan energi yang penggunaannya terus meningkat, sedang jumlah persediaan terbatas. Karena itu perlu adanya pengenbangan sumber-sumber energi lain seperti batu bara, tenaga air, tenaga angin, tenaga panas bumi, tenaga matahari, tenaga nuklir dan sebagainya.
Pencemaran lingkungan sebagai akibat pengelolaan pertambangan umumnya disebabkan oleh faktor kimia, faktor fisik atau faktor biologis. Pencemaran ini biasanya lebih dari pada di luar pertambangan, keadaan tanah, air dan udara setempat dari tambang mempunyai pengaruh yang timbul balik dengan lingkungannya. Sebagai contoh misalnya pencemaran lingkungan oleh CO sangat dipengaruhi oleh kerenggangan udara, pencemaran oleh tekanan panas tergantung keadaan suhu kelembapan, dan aliran udara setempat.
Dalam rangka menghindarkan terjadinya pencemaran dan gangguan keseimbangan ekosistem baik itu berada didalam lingkungan pertambangan maupun diluar lingkungan sekitarnya, maka perlu adanya pengawasan lingkungan terhadap:
1.      Cara pengolahan pembangunan pertambangan
2.      Kecelakaan di pertambangan
3.      Penyehat lingkungan pertambangan
4.      Pencemaran dan penyakit-penyakit yang mungkin timbul
B.       CARA PENGOLAHAN PEMBANGUNAN
Sumber daya bumi dibidang pertambangan harus dikembangkan semaksimal mungkin untuk tercapainya pembangunan. Dan untuk ini perlu adanya survey dan evaluasi yang terintegrasi dari para ahli agar menimbulkan keuntungan yang besar dengan sedikit kerugian baik secara ekonomi maupun secara ekologis.
Penggunaan ekologi dalam pembangunan pertambangan sangat perlu didalam rangka meningkatkan mutu hasil pertambangan dan untuk dapat memperhitungkan sebelumnya pengaruh aktivitas pembangunan pertambangan pada sumber daya dan poses alam lingkungan yang lebih luas.
Segala pengaruh sekunder pada ekosistem baik lokal maupun secara lebih luas perlu dipertimbangkan dalam proses perencanaan pembangunan pertambangan, dan sedapat mungkin dievaluasi sehingga segala kerusakan akibat pembangunan pertambangan ini dapat dihindarkan atau dikurangi, sebab melindungi lingkungan lebih mudah dari pada memperbaikinya.
Dalam pemanfaatan sumberdaya pertambangan yang dapat diganti perencanaan, pengelolaan dan penggunaannya harus hati-hati dan seefisien mungkin. Harus tetap diingat bahwa generasi mendatang harus tetap dapat menikmati hasil pembangunan pertambangan ini.
C.       KECELAKAAN DI PERTAMBANGAN
Usaha pertambangan adalah adalah suatu usaha yang penuh dengan bahaya, kecelakaan-kecelakaan yang sering terjadi, terutama pada tambang-tambang yang lokasinya jauh didalam tanah. Kecelakaan baik itu karena terjatuh. Tertimpa benda-benda, ledakan-ledakan maupun akibat pencemaran atau keracunan oleh bahan tambang. Oleh karena itu tindakan-tindakan penyelamatan sangatlah diperlukan, misalnya dengan selalu memakai pakaian pelindung selama bekerja di dalam tambang seperti sepatu but, topi pelindung, baju kerja dan lain-lain.
D.       PENYEHATAN LINGKUNGAN PERTAMBANGAN
Lingkungan pertambangan adalah lingkungan dalam tambang itu sendiri dan lingkungan di luar tambang seperti tempat pemukiman pekerja dan keluarganya khususnya dan masyarakat umum pada umumnya.
Pada lingkungan tambang sendiri penyehatan lingkungan dapat dilakukan dengan penerangan yang baik yang sangat berguna sebagai pencegahan kecelakaan, ventilasi yang baik agar kadar debu diudara tambang berkurang, selain dengan cara pengeboran basah yang juga akan mengurangi jumlah debu bebas di udara .pada lingkungan diluar pertambangan perlu adanya senitasi yang baik berupa penyediaan air minum, pembuangan kotoran, pemberantsan nyamuk, perumahan yang baik dan lain sebagainya.

E.        PENCEMARAN DAN PENYAKIT-PENYAKIT YANG MUNGKIN TIMBUL
Pencemaran dalam tambang dan sekitarnya bisa terjadi oleh gas-gas, logam-logam atau persenyawaan dalam bijih yang timbul dari tambang, misal tambang mangan mengandung risiko keracunan mangan, tambang air raksa mengandung bahaya keracunan air raksa, demikian pula untuk tambang-tambang lainnya.
Gas-gas yang mempunyai lingkungan pertambangan bisa berasal dari gas-gas yang secara alam memang telah ada pada tambang atau oleh gas-gas yang terjadi akibat proses yang terjadi dalam tambang seperti akibat kebakaran atau ledakan. Selain oleh gas-gas beracun CO,H2S dan methan, juga gas-gas yang tak beracun seperti O2 karena kadarnya dibawah normal bisa menyebabkan kelainan pada tubuh, bahkan bila kadarnya 6-8% atau lebih kurang lagi bisa menimbulkan kematian. Demikian pula dengan gas CO2 bila kadarnya bertambah akan menimbulkan asphyxia sampai mati lemas.
Penyakit-penyakit yang bisa timbul selain penyakit cacing ancylostomiasis yang disebabkan oleh cacing anclostomaduodenale dan nector americanus juga penyakit pneumokoniosis yang disebabkan oleh debu tambang seperti anthracosis, silicosis, dan stanosis.
INDUSTRI
A.    MASALAH LINGKUNGAN DALAM PEMBANGUNAN INDUSTRI
Kasus pencemaran lingkungan akibat industri perlu mendapat perhatian lebih dari pemerintah. Walaupun sudah ditetapkannya peraturan perundangan tentang hal ini namun masih banyak saja para pengawas dan pelaksana peraturan yang tidak menjalankan tugasnya dengan baik. Mereka dengan mudah menerima uang suapan dan membiarkan pabrik-pabrik yang membuang limbahnya ke daerah pemukiman warga. Beberapa masalah lingkungan yang terjadi di areal perindustrian, yaitu sebagai berikut :
1. Udara disekitar industri menjadi sangat buruk, dikarenakan gas buang berupa asap membumbung tinggi di udara bebas.
2. Daerah sekitar industri menjadi panas, ini akibat adanya peningkatan suhu yang ekstrim yang dihasilkan oleh gas-gas buang industri tersebut.
3. Tercemarnya sumber-sumber mata air sekitar industri, akibat pembuangan limbah ke sumber-sumber mata air tersebut.
4. Industri juga dapat mempengaruhi peningkatan pemanasan global (global warming), yang saat ini sedang dilakukan pencegahan agar tidak lebih meluas.
5. Pembangunan industri dapat menyebabkan banjir karena kurangnya daerah resapan air, daerah-daerah hijau atau resapan air sudah berubah fungsi menjadi daerah perindustrian.
6. Polusi suara yang dihasilkan oleh deru-deru mesin produksi yang tak henti-henti, Polusi suara dapat membisingkan telinga warga yang tinggal disekitar areal perindustrian.
B.    KERACUNAN BAHAN LOGAM/METALOID PADA INDUSTRIALISASI.
Akhir-akhir ini kasus keracunan logam berat yang berasal dari bahan pangan semakin meningkat jumlahnya. Pencemaran logam berat terhadap alam lingkungan merupakan suatu proses yang erat hubungannya dengan penggunaan bahan tersebut oleh manusia.
Pencemaran lingkungan oleh logam berat dapat terjadi jika industri yang menggunakan logam tersebut tidak memperhatikan keselamatan lingkungan, terutama saat membuang limbahnya. Logam-logam tertentu dalam konsentrasi tinggi akan sangat berbahaya bila ditemukan di dalam lingkungan (air, tanah, dan udara).
Sumber utama kontaminan logam berat sesungguhnya berasal dari udara dan air yang mencemari tanah. Selanjutnya semua tanaman yang tumbuh di atas tanah yang telah tercemar akan mengakumulasikan logam-logam tersebut pada semua bagian (akar, batang, daun dan buah). Sesungguhnya, istilah logam berat hanya ditujukan kepada logam yang mempunyai berat jenis lebih besar dari 5 gr/cm3. Namun, pada kenyataannya, unsur-unsur metaloid yang mempunyai sifat berbahaya juga dimasukkan ke dalam kelompok tersebut. Dengan demikian, yang termasuk ke dalam kriteria logam berat saat ini mencapai lebih kurang 40 jenis unsur. Beberapa contoh logam berat yang beracun bagi manusia adalah: arsen (As), kadmium (Cd), tembaga (Cu), timbal (Pb), merkuri (Hg), nikel (Ni), dan seng(Zn).
C.    KERACUNAN BAHAN ORGANIS PADA INDUSTRIALISASI.
Kemajuan industri selain membawa dampak positif seperti meningkatnya pendapatan masyarakat dan berkurangnya pemgangguran juga mempunyai dampak negatif yang harus diperhatikan terutama menjadi ancaman potensial terhadap lingkungan sekitarnya dan para pekerja di industri. Salah satu industri tersebut adalah industri bahan-bahan organik yaitu metil alkohol, etil alkohol dan diol.
Tenaga kerja sebagai sumber daya manusia adalah aset penting dari kegiatan industri, disamping modal dan peralatan. Oleh karena itu tenaga kerja harus dilindungi dari bahaya-bahaya lingkungan kerja yang dapat mengancam kesehatannya.
Tanda terpenting keracunan adalah anuria dan narcosis. Keracunan akut terjadi karena meminumnya, sedangkan keracunan kronis disebabkan penghirupan udara yang mengandung bahan tersebut. Pencegahan-pencegahan antara lain dengan memberikan tanda-tanda jelas kepada tempat-tempat penyimpanan bahan tersebut. Keracunan toksikan tersebut di atas tidak akan terjadi manakala lingkungan kerja tidak sampai melebihi nilai ambang batas dan pemenuhan standart dilakukan secara ketat.
D.       KERACUNAN BAHAN KOROSIF PADA INDUSTRIALISASI
Sering terjadi pada perindutrian bahan kimia. Bahan-bahan korosif dari asam-asam, basa-basa serta garam-garamnya yang bersifat asam atau basa, baik organic maupun anorganik. Bahan-bahan ini bisa menyebabkan kerusakan pada tubuh yang dikenainya, baik secara terpercik, maupun tertumpah ke kulit atau bagian tubuh lainnya, terminum, tertelan atau terhirup ke paru-paru.Yang terpenting untuk menghindari terjadinya keracunan oleh bahan-bahan korosif ini adalah pencegahan yang baik berupa anatara lain :
1. Penyimpanan bahan secara baikdan aman untuk orang sekitarnya
2. Sediakan air yang cukup untuk mencuci bila sewaktu-waktu tubuh terkena bahan ini
3. Memakai alat pelindung apabila sedang bekerja dengan bahan-bahan ini
4. Pemeliharaan kebersihan dan ketertiban ditempat kerja
5. Pembuangan air-air bekas dan bahan-bahan sisa disalurkan ke saluran-saluran tertutup, sehingga tidak mengotori lingkungan sekitarnya
6. Pengawasan yang baik terhadap kemungkinan terjadinya pencemaran.
E.       PERLINDUNGAN MASYARAKAT SEKITAR PERUSAHAAN INDUSTRI
Masyarakat sekitar suatu perusahaan industri harus dilindungi dari pengaruh-pengaruh buruk yang mungkin ditimbulkan oleh industrialisasi dari kemungkinan pengotoran udara, air, makanan, tempat sekitar dan lain sebagainya yang mungkin dapat tercemari oleh limbah perusahaan industri.
Semua perusahaan industri harus memperhatikan kemungkinan adanya pencemaran lingkungan dimana segala macam hasil buangan sebelum dibuang harus betul-betul bebas dari bahan yang bisa meracuni. Untuk maksud tersebut, sebelum bahan-bahan tadi keluar dari suatu industri harus diolah dahulu melalui proses pengolahan. Cara pengolahan ini tergantung dari bahan apa yang dikeluarkan. Bial gas atau uap beracun bisa dengan cara pembakaran atau dengan cara pencucian melalui peroses kimia sehingga uadara/uap yang keluar bebas dari bahan-bahan yang berbahaya. Untuk udara atau air buangan yang mengandung partikel/bahan-bahan beracun, bisa dengan cara pengendapan, penyaringan atau secara reaksi kimia sehingga bahan yang keluar tersebut menjadi bebas dari bahan-bahan yang berbahaya. Pemilihan cara ini pada umunya didasarkan atas faktor-faktor berikut.

a. Bahaya tidaknya bahan-bahan buangan tersebut.
b. Besarnya biaya agar secara ekonomi tidak merugikan.
c. Derajat efektifnya cara yang dipakai.
d. Kondisi lingkungan setempat
Selain oleh bahan bahan buangan, masyarakat juga harus terlindungi dari bahaya-bahaya oleh karena produk-produknya sendiri dari suatu industri. Dalam hal ini pihak konsumen harus terhindar dari kemungkinan keracunan atau terkenanya penyakit dari hasil-hasil produksi. Karena itu sebelum dikeluarkan dari perusahaan produk-produk ini perlu pengujian telebih dahulu secara seksama dan teliti apakah tidak akan merugikan masyarakat.
F.               ANALISIS DAMPAK LINGKUNGAN
Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) adalah kajian mengenai dampak besar dan penting suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan di Indonesia. AMDAL ini dibuat saat perencanaan suatu proyek yang diperkirakan akan memberikan pengaruh terhadap lingkungan hidup di sekitarnya. Yang dimaksud lingkungan hidup di sini adalah aspek Abiotik, Biotik, dan Kultural. Dasar hukum AMDAL adalah Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 1999 tentang "Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup".
Sebagai dasar hukum AMDAL adalah PP No.27/ 1999 yang di dukung oleh paket keputusan menteri lingkungan hidup tentang jenis usaha dan/ atau kegiatan yang wajib dilengkapi dengan AMDAL dan keputusan kepala BAPEDAL tentang pedoman penentuan dampak besar dan penting.
1.      Tujuan dan Sasaran AMDAL:
Tujuan dan sasaran AMDAL adalah untuk menjamin suatu usaha atau kegiatan pembangunan dapat berjalan secara berkesinambungan tanpa merusak lingkungan hidup. Dengan melalui studi AMDAL diharapkan usah dan / atau kegiatan pembangunan dapat memanfaatkan dan mengelola sumber daya alam secara efisien, meminimumkan dampak negatip dan memaksimalkan dampak positip terhadap lingkungan hidup. Secara umum yang bertanggung jawab terhadap koordinasi proses pelaksanaan AMDAL adalah BAPEDAL (Badan Pengendalian Dampak Lingkungan).
2.      Pendekatan Studi AMDAL :
Dalam rangka untuk mencapai efisiensi dan efektivitas pelaksanaan AMDAL, penyusunan AMDAL bagi rencana usaha dan/atau kegiatan dapat dilakukan melalui pendekatan studi AMDAL sebagai berikut: ·
Pendekatan studi AMDAL Kegiatan Tunggal ·
Pendekatan studi AMDAL Kegiatan Terpadu ·
Pendekatan studi AMDAL Kegiatan Dalam Kawasan
3.      Penyusunan AMDAL :
Untuk menyusun studi AMDAL pemrakarsa dapat meminta jasa konsultan untuk menyusun AMDAL. Anggota penyusun ( minimal koordinator pelaksana) harus bersertifikat penyusun AMDAL (AMDAL B). Sedangkan anggota penyusun lainnya adalah para ahli di bidangnya yang sesuai dengan bidang kegiatan yang di studi.
4.      Peran serta masyarakat :
Semua kegiatan dan /atau usaha yang wajib AMDAL, maka pemrakarsa wajib mengumumkan terlebih dulu kepada masyarakat sebelum pemrakarsa menyusun AMDAL. Yaitu pelaksanaan Kep.Kepala BAPEDAL No.08 tahun 2000 tentang Keterlibatan masyarakat dan keterbukaan informasi dalam proses AMDAL. Dalam jangka waktu 30 hari sejak diumumkan , masyarakat berhak memberikan saran, pendapat dan tanggapan.
Dalam proses pembuatan AMDAL peran masyarakat tetap diperlukan. Dengan dipertimbangkannya dan dikajinya saran, pendapat dan tanggapan masyarakat dalam studi AMDAL. Pada proses penilaian AMDAL dalam KOMISI PENILAI AMDAL maka saran, pendapat dan tanggapan masyarakat akan menjadi dasar pertimbangan penetapan kelayakan lingkungan suatu rencana usaha dan/atau kegiatan.
G.       PEMBANGUNAN INDUSTRI, PERTUMBUHAN EKONOMI DAN LINGKUNGAN HIDUP
Pengertian pembangunan industri secara luas meliputi industri primer (terutama pertambangan dan pertanian), industri sekunder (terutama konstruksi dan manufaktur), serta industri tersier (transportasi, komunikasi, dan sektor jasa lainnya).
Dalam kegiatan industri yang sudah sangat maju, sudah diwarnai oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah dicapai manusia sampai saat ini. Teknologi yang dikembangkan dalam menunjang industri di Indonesia diharapkan akan menunjukan pertumbuhan ekonomi.
Struktur ekonomi suatu negara dapat dilihat dari berbagai sudut tinjauan. Dalam hal ini, struktur ekonomi dapat dilihat setidak-tidaknya berdasarkan empat macam sudut tinjauan, yaitu:
1. Tinjauan makro-sektoral
2. Tinjauan keruangan
3. Tinjauan penyelenggaraan kenegaraan
4. Tinjauan birokrasi pengambilan keputusan
Sedangkan pengertian lingkungan hidup adalah sistem yang merupakan kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan dan makhluk hidup, termasuk di dalamnya manusia dengan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan peri kehidupannya dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya.


REFERENSI:
Santoso,Budi,1999,Ilmu Lingkungan Industri,Depok: Gunadarma.
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/21938/3/Chapter%20II.pdf













 





















Senin, 30 Mei 2016

TUGAS KE 3 PENGETAHUAN LINGKUNGAN

TUGAS KE 3
PENGETAHUAN LINGKUNGAN
Description: https://encrypted-tbn3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQSAt5G8D_rE2W1sKNvcybMf0nyBsVmE-4SeBmtcp7ZNKQUOjhc






Disusun Oleh:
     Kelompok                          : II (Dua)
               Nama / NPM                     : 1. Dinar Ramadhan              / 32413545
                                                           2. Friska Magdalena            / 33413589
                                                           3. Muhamad Febriyan R.     / 35413722
                                                           4. Mustofa Ahmad M.         / 36413218
                                                           5. Rona Maulana                  / 38413072
              Kelas                                  :  3ID10
             
                                                                            


JURUSAN TEKNIK INDUSTRI
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS GUNADARMA
BEKASI
2016

 
 







ILMU TEKNOLOGI DAN PENGETAHUAN LINGKUNGAN
A.    KEMAJUAN TEKNOLOGI DAN EFEK SAMPINGNYA
Hubungan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) dan Kehidupan Sosial
Dalam abad XX, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) telah berkembang pesat berkat pemakaian alat-alat yang makin sempurna, sehingga mendapat sebutan IPA modern.  Kemajuan IPA mendorong majunya teknologi yang makin dapat memakmurkan kehidupan manusia, karena tujuan teknologi memang diadakan untuk kebutuhan manusia. Namun, di samping tujuan dapat tercapai, terjadi pula dampak sampingan (side-effect)  yang dapat mengganggu. Untuk itu diupayakan peningkatan kegunaan teknologi dan memperkecil dampaknya.  Bila hal tersebut tercapai, maka kegiatan mempergunakan teknologi memperoleh nilai ekonomis yang berarti.  Misalnya, pemakaian pesawat terbang besar dan cepat memudahkan orang mencapai tujuan, tetapi kejatuhannya menimbulkan risiko besar.  Jadi, tujuan dapat dicapai dengan hasil maksimal, sementara dampaknya diperkecil.
Abraham Harold Maslow berpendapat bahwa manusia adalah makhluk yang memiliki berbagai kebutuhan yang digambarkan sebagai piramida : landasannya lebar, makin ke atas makin kecil.  Kebutuhan pertama yang wajib dipenuhi manusia adalah kebutuhan fisik yang juga dapat disebut sebagai kebutuhan primer (basic needs) : sandang, pangan dan papan (tempat tinggal). Setelah kebutuhan fisik terpenuhi, manusia perlu keamanan demi kelangsungan hidupnya.  Kemudian diperlukan bermasyarakat sebagai kehidupan sosial selakuhomo socius.  Manusia yang dapat lebih cepat dan banyak memperoleh kebutuhan hidupnya merasa perlu memperoleh harga diri.  Akhirnya manusia memerlukan aktualisasi diri sebagai tujuan tertinggi.  Keempat tujuan terakhir, yaitu keamanan, pengakuan sosial, harga diri, dan aktualisasi diri merupakan kebutuhan psikis, yang dapat juga disebut sebagai kebutuhan sekunder ataupun tersier.  Dari hari ke hari kebutuhan manusia baik fisik maupun psikis terus meningkat, secara kuantitatif maupun kualitatif.
Pengetahuan teknologi (technological knowledge) merupakan pengetahuan mengenai proses-proses fisik yang secara operasional terwujud dalam teknologi.  Sehingga kemampuan berteknologi (tecnological capability )merupakan usaha untuk menggunakan tenaga teknologi secara efektif yang dapat dicapai melalui upaya teknologis (tecnological effort) .  Tujuan positifnya bagi manusia yang akan dicapai , sementara dampak sampingan yang negatif perlu diperkecil.
Kehidupan sosial dipengaruhi oleh kemajuan teknologi. Kebutuhan manusia akan pangan sangat dipengaruhi oleh kemajuan teknologi pertanian, sedangkan kebutuhan akan komunikasi dipengaruhi oleh teknologinya, seperti media cetak, media elektronik yang selain untuk berkomunikasi, juga dapat memperluas wawasannya.  Masyarakat memang banyak yang mengeluh dampak negatif dari teknologi, tetapi kegiatannya terus dilakukan karena tetap masih lebih banyak untung daripada ruginya.
Dampak Perkembangan IPTEK terhadap Kebutuhan Pokok
1.  Pangan
Pangan merupakan kebutuhan pokok yang paling utama sebab tanpa pngan manusia akan mati, kelestarian hidupnya terancam, dan manusia berupaya untuk menjauhkan diri dari kematian.  Alam menyediakan macam-macam kebutuhan pangan untuk diusahakan dengan teknologi, mula-mula sederhana, makin hari makin maju.
2.  Sandang
Sandang atau pakaian sekarang bukan lagi sekedar melindungi tubuh terhadap gangguan cuaca, melainkan sudah meningkat sebagai lambang status sosial, lebih-lebih sebagai barang dagangan.
3.  Papan
Papan yang berarti tempat tinggal pada mulanya hanya sebagai tempat untuk memperoleh rasa aman, terlindung dari gangguan cuaca atau binatang, malahan mungkin dari manusia yang lain.  Rumah tradisional yang dihasilkan  dari bahan alami yang terdapat di sekitar tempat tinggal. Bahan bangunan rumah tradisional mudah rusak karena cuaca atau dimakan rayap, sehingga batas waktu tertentu terpaksa diperbaiki, bahkan diganti.  Biasanya cukup mahal, sehingga secara ekonomis merugikan.

Dampak Pembangunan Industri dan Transportasi Modern
1.  Dampak Industri
Dampak industri yang sangat terasa dalam bidang ekonomi.  Pemakaian mesin menghasilkan produksi yang melimpah.  Produk banyak demikian tidak tertampung lagi dalam pasaran lokal atau nasional, sehingga harus disalurkan ke pasar internasional.  Demi kelancaran pemasaran, para kapitalis modern mempengaruhi politik pemerintahannya, mendesak agar pemerintah mendukung usahanya mencari atau merestui pasaran di negara lain, bila perlu dengan dukungan militer keras.  Timbullah imperialisme modern yang menitikberatkan kegiatannya dalam bidang ekonomi setelah revolusi industri.  Di samping mencari daerah pemasaran, juga dilakukan usaha memperoleh bahan mentah yang murah.  Cara demikian menyebabkan keuntungan kaum kapitalisyang didukung pemerintah yang imperealis memperoleh keuntungan sangat besar.
Bila negara imperialis banyak memperoleh keuntungan melalui cara-cara modern tersebut, dampaknya terasa di mana-mana.  Di negara sendiri kaum kapitalis-imperialis merasakan pencemaran (polusi) yang semula kurang diperhitungkan, setelah timbul dampak sampingnya barulah disadari.  Contohnya kota Birmingham di Inggris.  Dengan dilakukan revolusi industri, maka tanah di wilayah kota tersebut banyak dicemari sisa pembakaran bahan bakarnya yang berwarna hitam.  Sementara itu udaranya  pun dicemari oleh asap hitam dari cerobong pabrik  (waktu itu yang dipergunakan masih mesin uap), sehingga udara juga hitam, panas matahari kurang dapat menembus ke bawah.  Kota Birmingham memperoleh julukan  The Black Country dan menjadi tempat tinggal yang tidak sehat.
2.      Dampak Transportasi
Dengan tata transportasi yang diciptakan, manusia memperoleh beberapa keuntungan.  Pertama, kendaraan yang diciptakan mampu bergerak lebih cepat daripada gerak si pencipta sendiri, sehingga waktu yang diperlukan bergerak dari satu tempat ke tempat lain lebih singkat.  Waktu dirasakan makin berharga, sehingga timbul sebutan time is money.  Jalannya waktu yang perlu cepat diikuti mengakibatkan jam memperoleh pasaran yang luas sebagai kebutuhan sekunder bagi manusia modern.  Kedua, kemampuan mengangkat dan mengusung oleh manusia ataupun binatang yang biologis terbatas dalam tingkat yang rendah.  Alat-alat pengangkut manusia yang dibuat dari bahan-bahan abiologis jauh lebih kuat.  Roda yang di atasnya diberi tempat barang dan dibuat dari besi, kapal besi yang besar memiliki daya angkat yang jauh lebih besar dan berat daripada daya angkut manusia dan binatang.  Namun, kedua kelebihan tersebut memiliki konsekuensi atau dampak sampingan yang negatif.

B.     PEMBANGUNAN YANG TERLUPAKAN
Faktor lingkungan yang diperlukan untuk mendukung pembangunan yang terlanjutkan yaitu:
1.      Terpeliharanya proses ekologi yang esensial.
2.      Tersedianya sumber daya yang cukup.
3.      Lingkunagn sosial budaya dan ekonomi yang sesuai.
Ketiga faktor tersebut tidak saja mengalami dampak dari pembangunan, tetapi juga mempunyai dampak terhadap pembangunan.
Proses ekologi
            Energi yang digunakan untuk proses ekologi didapatkan dari matahari. Jika terjadi kerusakan pada proses ekologi akan membahayakan kehidupan di bumi ini. Di sini akan diuraikan beberapa proses yang terpenting.
a.       Fotosintesis
Fotosintesis yaitu proses esensial untuk menjaga kelangsungan hidup di bumi. Biasanya dilakukan oleh tumbuhan hijau. Pada proses ini energi matahari diubah menjadi energi kimia yang terkandung dalam bahan organik tumbuhan.
b.      Penambahan nitrogen
Nitrogen udara mengandung kira-kira 80% nitrogen. Tetapi gas nitrogen yang banyak tersebut tidak berguna bagi manusia dan sebagian besar makhluk hidup lain. Untunglah ada makhluk hidup yang dapat menambat nitrogen udara di bumi ini. Makhluk hidup penambat nitrogen udara yang hidup bebas berupa bakteri dari ganggang biru-hijau.
c.       Pengendalian populasi
Dalam ini ada hewan pemakan tumbuhan dan ada hewan pemakan daging. Hewan yang memakan disebut pemangsa, dan hewan yang dimakan disebut mangsa. Pemangsa ada yang menguntungkan ada juga yang merugikan. Begitu juga mangsa ada yang menguntungkan ada juga yang merugikan. Pemangsa yang menguntungkan yaitu yang memakan mangsa yang merugikan, tetapi menguntungkan atau merugiakan itu tidak bersifat mutlak, tapi tergantung pada waktu tertentu.
d.      Penyerbukan
Pada penyerbukan suatu tepung sari dengan satu atau lain cara menempel pada kepala putik bunga. Setelah terjadi penyerbukan, tepung sari membuahi sel telur yang ada dalam bakal buah. Setelah pembuahan bakal buah akan tumbuh menjadi buah. Penyerbukan dapat terjadi secara alamiah, oleh angin, arus air, serangga, burung, kupu-kupu, dan hewan lainnya. Jika populasi hewan penyerbukan tadi menurun akan mengganggu produksi banyak jenis buah. Dari itu kita harus menjaga agar peristiwa penyerbukan tidak terganggu.
e.       Kemampuan memperbarui diri
Sumber daya alam ada yang bersifat dapat memperbaruhi diri. Tetapi meski mempunyai sifat terperbaruhi sifatnya tidak mutlak, tetapi kemampuan ada batasnya. Kemampuan untuk memperbaruhi diri didasarkan pada proses kimia, fisik, dan hayati.
f.       Fungsi hidro- orologi
Air dan tanah merupakan sumberdaya yang terbaruhi yang esensial untuk kehidupan kita. Air mempunyai suatu  daur. Misalnya: air hujan jatuh dari langit, yang sebagian mengalir diatas air dan sebagian masuk dalam tanah. Karena sinar matahari air menguap, dari uap air terbentuk awan dan dari awan akan menjadi hujan lagi, begitu seterusnya daur itu berlangsung.


C.     MUTU LINGKUNGAN HIDUP
Pengertian tentang mutu lingkungan sangatlah penting, karena merupakan dasar dan pedoman untuk mencapai tujuan pengelolaan lingkungan. Berbicara mengenai lingkungan pada dasarnya adalah berbicara mengenai mutu lingkungan. Namun dalam hal itu apa yang dimaksud dengan mutu lingkungan tidaklah jepas, karena tidak diuraikan secara eksplisit.mutu lingkungan hanyalah dikaitkan dengan malasalh lingkungan, misalnya pencemaran, erosi, dan banjir. Dengan kata lain mutu lingkungan itu diuraikan secara negatif, yaitu apa yang tidak kita hendaki, seperti air tercemar. Agar kita dapat mengelola lingkungan dengan baik, kia tidak saja perlu mengetahui apa yang tidak kita kehendaki, melainkan juga apa yang kita hendaki. Dengan demikian kita dapat mengetahui ke arah mana lingkungan itu ingin kita kembangkan untuk mendapatkan mutu yang kita hendaki.
Tidaklah mudah untuk menentukan apa yang dimaksud dengan mutu lingkungan, oleh karena persepsi orang terhadap mutu lingkungan berbeda-beda. Dengan singkat dapatlah dikatakan mutu lingkungan yang baik membuat orang kerasan hidup dalam lingkungan tersebut. Perasaan itu disebabkan karena orang mendapat rezeki yang cukup, iklim dan faktor alamiah lainnya yang sesuai dan masyarakat yang cocok pula. Misalnya, seseorang yang karena pekerjaannya harus pindah ketempat yang lain, setelah pensiun ia ingin kembali lagi ke tempat yang kerasan itu. Kerasan bukanlah karena satu atau dua faktor saja yang terpenuhi dalam satu lingkungan, melainkan adanya intergrasi faktor-faktor secara optimum. Karena itu pengelolaan lingkungan utuk mendapatkan perasaan kerasan, bukanlah suatu maksimasi satu atau dua faktor, misalnya maksimasi rezeki, melainkan suatu optimasi banyak faktor yang saling berkaitan secara integrasi. Yang penting bukanlah masing-masing faktor secara tersendiri, melainkan totalitas kondisi. Totalitas kondisi itu adalah lebih dari jumlah masing-masing faktor. O;eh karena itu pengelolaan lingkun gan bersifat holistik, yaitu memandang keseluruhan sebagai suatu kesatuan.
            Pengelolaan lingkungan untuk mendapatkan kondisi optimum, didasarkan pada pertimbangan untung rugi. Orang bersedia untuk mengurangi atau mengorbankan suatu keuntungan untuk mendapatkan keuntungan lain atau mengurangi suatu kerugian, dengan demikian pada hakekatnya orang menganalisis manfaat dan resiko lingkungan agar kebutuhan hidupnya dapat terpenuhi secara optimum. Dalam kehidupan orang selalu berusaha untuk pertama-tama memenuhi kebutuhan dasarnya, apapun yang diartikan pada keadaan dan waktu itu. Mutu hidupnya sangatlah tergantung pada pemenuhan kebutuhan dasarnya. Maka baik kebutuhan dasar itu dipenuhi, makin baik pula mutu hidupnya.
            Berdasarkan uraian diatas mutu lingkungan dapatlah diartikan sebagai kondisi lingkungan dalam hubungannya dengan mutu hidup, makin tinggi derajat mutu hidup dalam suatu lingkungan tertentu, makin tinggi pula derajat mutu lingkungan tersebut dan sebaliknya.

D.      KESEHATAN LINGKUNGAN
Kesehatan lingkungan merupakan bagian dari dasar-dasar kesehatan masyarakat modern yang meliputi terhadap semua aspek manusia dalam hubungannya dengan lingkungan, dengan tujuan untuk meningkatkan dan memperttahankan nilai-nilai kesehatan manusia pada tingkat setinggi-tingginya dengan jalan memodifisir tidak hanya faktor social dan lingkungan fisik semata-mata, tetapi juga terhadap semua sifat-sifat dan kelakkan-kelakuan lingkungan yang dapat membawa pengarh terhadap ketenangan, kesehatan dan keselamatan organisme umat manusia ( Mulia Ricky M, 2005).
Menurut World Health Organization (WHO), kesehatan lingkungan adalah suatu keseimbangan ekologi yang harus ada antara manusia dan lingkungan agar dapat menjamin keadaan sehat dari manusia.
Menurut Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) kesehatan lingkungan adalah suatu kondisi lingkungan yang mampu menopang keseimbangan ekologi yang dinamis antara manusia dan lingkungannya untuk mendukung tercapainya kualitas hidup manusia yang sehat dan bahagia.
Menurut WHO ada 17 ruang lingkup kesehatan lingkungan, yaitu :

1) Penyediaan Air Minum
2) Pengelolaan air Buangan dan pengendalian pencemaran
3) Pembuangan Sampah Padat
4) Pengendalian Vektor
5) Pencegahan/pengendalian pencemaran tanah oleh ekskreta manusia
6) Higiene makanan, termasuk higiene susu
7) Pengendalian pencemaran udara
8) Pengendalian radiasi
9) Kesehatan kerja
10) Pengendalian kebisingan
11) Perumahan dan pemukiman
12) Aspek kesling dan transportasi udara
13) Perencanaan daerah dan perkotaan
14) Pencegahan kecelakaan
15) Rekreasi umum dan pariwisata
16)Tindakan-tindakan sanitasi yang berhubungan dengan keadaan  epidemi/wabah, bencana alam dan perpindahan penduduk.
17) Tindakan pencegahan yang diperlukan untuk menjamin lingkungan.
Di Indonesia, ruang lingkup kesehatan lingkungan diterangkan dalam Pasal 22 ayat (3) UU No 23 tahun 1992 ruang lingkup kesehatan lingkungan ada 8, yaitu:
1) Penyehatan Air dan Udara
2) Pengamanan Limbah padat/sampah
3) Pengamanan Limbah cair
4) Pengamanan limbah gas
5) Pengamanan radiasi
6) Pengamanan kebisingan
7) Pengamanan vektor penyakit
8) Penyehatan dan pengamanan lainnya, sepeti keadaan pasca bencana


Penularan Penyakit Melalui Air
            Air  adalah mutlak untuk kehidupan. Tetapi jika kualitas air tidak diperhatikan, maka air dapat menjadi sumber penyebab penyakit. Air dapat mengandung zat-zat kimia yang berbahaya untuk kehidupan, bila terdapat pencemaran dengan berbagai sumber alam maupun sumber buatan manusia.
            Banyak penyakit menular bersumber pada air. Penyakit virus dapat bersumber pada air. Seperti radang mata yang sering didapat setelah berenang di kolam yang kurang terpelihara. Air selain dapat menularkan penyakit secara langsung, dapat juga menjadi tempat perindukan berbagai penyebar dan sumber penyakit. Berbagai serangga memerlukan air untuk tumbuh dan berkembang biak seperti nyamuk yang dapat menularkan penyakit.
            Tumbuhan air juga dapat menjadi habitat dari vektor penyakit. Keong air yang dapat menularkan schistosomiasis dari tumbuh-tumbuhan air itu. Tikus dan binatang lainnya yang hidup disekitar air juga dapat menjadi sumber penyakit untuk manusia seperti penyakit leptospirosis.
Penularan Penyakit Melalui Udara
            Penyakit dapat ditularkan dengan menghirup penyebab penyakit dalam pernafasan. Penyakit influensa dan tuberkolosis adalah contoh yang infeksinya melalui udara. Pencemaran udara dengan berbagai bahan kimia dapat menyebabkan kerusakan langsung pada paru-paru, selain itu dapat pula menyebabkan iritasi pada paru-paru sehingga lebih mudah terserang oleh penyakit infeksi sekunder seperti TBC. Selain itu bahan-bahan kimia ini banyak diduga sebagai penyebab kanker paru-paru misalnya exhaust fume kendaraan bermotor.
Penularan Penyakit Melalui Tanah
            Air tanah banyak mengandung penyebab penyakit, terutama jika tercemar oleh kotoran manusia dan hewan, baik secara sengaja maupun secara tak sengaja. Penyakit tetanus dapat terjadi jika luka kena tanah, terutama jika tanah tercemar oleh kotoran hewan atau manusia. Yang mengandung penyebabnya yaitu clostridumtetani. Di dalam tanah juga banyak ditemukan bentuk-bentuk infeksi berbagai parasit. Cacing-cacing perut yang penyebarannya melalui tanah, telurnya dikeluarkan dengan tinja. Jika sampai ditanah telur-telur itu tumbuh menjadi bentuk infektif yang sudah siap untuk tumbuh didalam badan manusia. Cara penularan dapat terjadi jika telur-telur yang masuk ini tertelan karena makanan tercemar oleh tanah yang mengandung telur tadi atau memakai tangan yang kotor.

E.       KESADARAN LINGKUNGAN
Tujuan peningkatan kesadaran lingkungan ialah, memasyarakatkan lingkungan hidup, jadi bukan sekedar menanamkan pengertian masyarakat terhadap permasalahannya saja. Tetapi terutama membangkitkan partisipasi untuk ikut memelihara kelestarian sumberdaya alam dan lingkungan hidup, disamping menjaga lingkungan sendiri secara langsung.
            Peningkatan kesadaran sebagaimana juga semua usaha yang menyangkut lingkungan hidup harus terpacu dengan waktu sebab perusakan masih terus berlanjut dan meningkat. Karena daya terbatas dan sarana yang khusus untuk ini tidak ada, usaha dilakukan melalui sarana informasi yang telah ada dan terutama diarahkan kepada lembaga-lembaga dan kelompok-kelompok masyarakat yang strategis.

F.        HUBUNGAN LINGKUNGAN DENGAN PEMBANGUNAN
Karena peningkatan usaha pembangunan maka akan terjadi pula peningkatan penggunaan sumber daya untuk menyokong pembangunan dan timbulnya permasalahan dan lingkungan hidup manusia.
Dalam pembangunan sumber alam merupakan komponen penting dimana sumber alam ini memberikan kebutuhan azsi bagi kehidupan., dalam penggunaan sumber alam tadi. Kebutruhan akan hasil proyek pembangunan, keseimbangan ini bisa terganggu, yang kadang bisa membahayakan kehidupan umat.
Proses pembangunan mempunyai akibat yang lebih luas terhadap lingkungan hidup manusia, baik akibat langsung maupun akibat sampingan seperti pengurangan sumber kekayaan alam secara kuantitatif dan kualitatif, pencemaran biologis, pencemaran kimiawi, gangguan fisik dan gangguan sosial budaya.
Kerugian-kerugian dan perubahan-perubahan terhadap lingkungan perlu diperhitungkan dengan keuntungan yang diperkirakan akan diperoleh dari suatu proyek pembangunan. Baru setelah itu disusun pedoman kerja yang jelas bagi kegiatan pembangunan baiki berupa industri atau bidang lain, yang memperhatikan faktor  pelindungan lingkungan hidup manusia.

G.      PENCEMARAN DAN PERUSAKAN LINGKUNGAN HIDUP OLEH PROSES PEMBANGUNAN.
Sebagaimana diarahkan dalam GBHN tahun 1988, pembangunan industri merupakan bagian dari pembangunan ekonomi jangka panjang untuk mencapai struktur ekonomi yang semakin seimbang dengan sektor industri yang maju dan didukung oleh sektor pertanian yang tangguh.
Industrialisasi merupakan pilihan bagi bangsa indonsia untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya. Hal tersebut antara lain disebabkan terbatasnya lahan pertanian. Industrialisasi merupakan suatu jawaban terhindarnya tekanan penduduk terhadap lahan pertanian. Yang perlu mendapat perhatian ialah bahwa industri merupakan salah satu sektor pembangunan yang sangat potensial untuk merusak dan mencemari lingkungan. Apabila hal ini tidak mendapat perhatian yang serius maka akan ada kesan bahwa antara industri dan lingkungan hidup tidak berjalan seiring, dalam arti semakin maju industri akan semakin rusak lingkungan hidup itu.
Industri yang menggunakan teknologi untuk meningkatkan taraf hidup manusia akan memberikan dampak negatif pula berupa pencemaran dan kerusakan lingkungan
Kegiatan pembangunan industri yang melibatkan unsur-unsur tersebut dapat menimbulkan dampak negatif berupa:
1.        Pandangan yang kurang menyenangkan pada wilayah industri.
2.        Penurunan nilai tanah di sekitar industri bagi pemukiman
3.        Kebisingan oleh operasi peralatan
4.        Bahan buangan yang dikeluarkan industri dapat mengganggu atau mengotori udara, air dan tanah.
5.        Perpindahan penduduk yang dapat menimbulkan dampak sosial
6.        Hasil produksi industri dapat mempengaruhi pola hidup masyarakat.
7.        Timbulnya kecemburuan sosial.


REFERENSI :
Santoso,Budi,1999,Ilmu Lingkungan Industri,Depok: Gunadarma.
http://blog.unsri.ac.id/download_docx/download4_docx/docx-22197.docx